Dari judul diatas kalo huruf dalam kurung dihilangkan tentunya mengingatkan kita semua pada salah satu program televisi yang booming. Ga cuma karena joget-jogetannya yang banyak ditiru masyarakat maupun stasiun televisi lain, kontroversi juga banyak bermunculan dari acara tersebut. Sampai ada petisi juga buat menghentikan itu acara melalui sosmed tapi tak tahu bagaimana nasibnya sekarang.
Ya ya, YKS memang menjadi suatu fenomena suatu acara stasiun televisi yang cukup menyita perhatian. Belum ngecek berapa ratingnya, tapi tak usah dicek pun kita semua tahu kalau ratingnya tinggi. Dan setiap rating tinggi ada konsekuensinya.. haha... Oleh banyak kalangan masyarakat, ya mari katakan yang peduli, atau mungkin annoyed terhadap acara ini, mengkritik bahwa singkatnya YKS tidak mendidik. Mengapa? Yang sudah nonton bisa jadi sudah menerka..
(Ngutip kata-kata andalannya Butet Kertaradjasa di Sentilan Sentilun) Menurut analisis saya, ga mendidik ya emang ga mendidik. Tapi tapi dan tapi YKS ini kan memang acara hiburan, jadi kalo unsur mendidik ya sedikit ya wajar. Bukan mendidik atau tidaknya yang menurut saya kurang tepat tapi ada beberapa aspek yang membuat acara ini miris. (Yang jelas saya ga akan bahas jogetan dan materi guyonan, udah banyak yang bahas kayake.... hha)
Pertama, DURASII LAAAAH!! Ini acara tayang jam berapa saya juga ga apal sebenere... tapi kalo pas tengah malem nonton tivi, pas pindah ke Trans TV ini acara masih nongol aja... Menurut ngana ?!!!! Ini acara rapat DPR apa sampe 2 jam lebih??? Siapaaa pula yang tahan nonton segitu lamaaa ? (mungkin ada -__-a)
Tak etislah menurutku sebuah acara hiburan lama-lama. Ya kalau film mah wajar tapi film yang lebih dari 3 jam aja dibikin 2 part, yakali YKS dipikin part-part emang sekuel Harpot.. :v. Durasi yang lama ini menutup kemungkinan buat acara-acara lain yang harusnya bisa lebih dimanfaatkan Trans TV untuk membuat acara untuk cooling down. Ya ibarat olahraga, masak abis capek-capek joget langsung tidur? Yakali.
Kasihan juga pengisi acara dan kru-nya... :(
Kedua, yang tadi disebutin diatas, pengisi acara nya (bisa artis atau masyarakat biasa yang ikut2an nongol buat games-games yang aku ga ngerti maksudnya apa). Dari artisnya saja, ini punya beberapa dampak. Pertama, kasihan juga gak sih sama artisnya. Ini dalam seminggu katakanlah satu artis dijatah 4 kali (atau kayaknya lebih), sekali tayang durasinya 3 jam. Disana "disiksa". Mulai dari fisik melalui gamesnya. Beberapa games yang pernah sekelebat kulihat kayaknya cuma membuat artisnya tersiksa. Dari games ini pula ada sedikit (atau cukup banyak kali yak) unsur humiliation (mempermalukan orang). Yang hipnotis hipnotis itu, dulu kayake sempat ditegur di televisi lain kenapa sekarang nongol pada diem ajaaa.. :| Ngerjain sih emang boleh sekali-kali tapi kalo tiap hari jadi males juga liatnya. Nah siksaan tadi bisa masuk siksaan batin (menurutku, ga tau artisnya ngrasain apa kagak). Siksaan lain juga humornya yang kayaknya jadi susah berkembang. Gitu gitu aja. Punchline sama lagi ga ada variasi. Lama-lama humornya garing dan yang tertawa udah pasti karena sesuatu hal yang lain. Dampak lain yang nyebelin adalah artis yang nongol di acara ini juga nongol di televisi lain. Otomatis ga cuma acara-acara televisi yang monoton, artisnya juga kagaaaak beda sama sekaliii... ( -____________-)
Nah yag miris lagi dari pengisi acara saya saksikan beberapa hari lalu yang bikin saya mencak-mencak sementara di twitter. Ada anak-anak yang diajakin games!! Ya mungkin bagi beberapa orang ga masalah, tapi bagi gueh itu problem. Kenapa? YKS tayang malam (diatas jam 7) dan kurang baik bagi anak-anak, balita apalagi, "maen" di tivi trus ditanyain hal-hal yang ga jelas sama MC nya. C'mon jam maen maennya anak-anak itu ya pagi agak siangan sampe siang agak sorean. Malem-malem mah istirahat aja, dirumah, ngobrol-ngobrol dan bercanda tawa sama ortunya. Ini juga miris sama ortunya yang malah ngajak anaknya kesitu. :(
Sebelumya malah pernah liat ada ustad juga di YKS... ( -___-) well sempet mikir ini acara mau dibikin es campur kali ya unsur apa-apa dimasukin. Tapi malah jadi aneh ga sih. Seperti kata dosen-dosenku, fokus pada satu topik itu lebih baik. Kalo niatnya hiburan ya udah hiburan aja. Jangan malah dicampur adukkan, ntar malah campur aduk kagak enak. Niatnya biar ada yang mendidik tapi fail !
Miris ya? atau biasa aja? YKS hanyalah segelintir cerita dari kemirisan media televisi Indonesia. Mungkin yang saya sampaikan diatas hanya sebagian kecil karena saya juga hanya mengamatinya sepotong-sepotong (maleees lah nonton 3 jaaam non stop). Banyak diantara pembaca sekalian yang entah nonton YKS atau tidak juga sedikit merasakan betapa media kita mungkin hanya memuaskan rating dan pemiliknya saja. Lalu apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa teman yang nongol di sosmed bilang "Matikan Televisimu!" Terus udah gitu aja?
Tunggu lanjutannya di Y(uk) K(asih) S(aran) #2 (sekuel ceritanya :3)
Jumat, 21 Februari 2014
Minggu, 05 Januari 2014
Judulnya : Buanglah Sampah Pada Tempatnya
Judulnya keren ye, atau copas? atau udah biasa? biasa kali ya karena pagar-pagar dijalanan tak henti-henti mengatakan "buanglah sampah pada tempatnya", "jangan buang sampah sembarangan", atau lebih kece lagi sampah dibagi menjadi kelas-kelas tertentu *wesyeh. Trus disini mau bahas sampah gitu? Iya kali, baik sampah yang sampah dan sampah yang mungkin bukan sampah *opo to.
Semua ini berawal ketika negara Api (hah bosen), berawal dari keprihatinan melihat banyaknya warga Indonesia yang sering ga peduli sama sampah yang dihasilkannya. Mari ngomongin sampah dari bentuk "nyata". Di tahun baru ni ye, mau taon berapa aje kalo ente liat berita pasti ada "tempat perayaan malam pergantian tahun dipenuhi sampah". Di Jakarta aja misalnya, diberitakan sampah naik sampai 100 ton dalam semalam ! Gile ga tuh?! Ya tok bayangke wae kui le ngresiki piye..
Tapi tapi tapi, kalau "sampah" yang bentuk tadi, ada yang bersihin, tau juga sebenarnya harus dibuang dimana, dan si pembuang sampah juga sebenarnya sadar kalau itu sampah. Tapi ada bentuk lain yang sebenarnya pengen tak bahas disini.
Di tahun 2013 kemarin, sering kali dengar, baca, liat istilah "myampah", especially di sosial media macam twitter, facebook dan saingan-saingannya. Yup, "nyampah" di sini ga jauh dari pengertian dari menulis sesuatu yang mungkin urgensinya sedikit, atau sekedar buang waktu atau menuh-menuhin timeline (ada lagi pengertian yg lain?). Kalau dikembaliin ke pengertian "sampah" menurut KBBI versi online (yah pake sitasi deh), sampah adalah barang atau apapun yg dibuang karena tidak terpakai lagi, pengertian lain sampah itu adalah sesuatu yang hina. Haduh?!!
Nah nah nah, kalau namanya sampah kembali ke judul diatas, buanglah pada tempatnya !! Masalahnya, "nyampah" atau "tulisan yang dianggap sampah" ini dibuang mana? Setau saya tempat sampah ya adanya yang organik, non organik dan macem-macemnya itu. Sebelumnya juga perlu dikaji lagi, istilah "nyampah" ini bener ga sih? apa bener yang ditulis itu sesuatu yang tak dipakai lagi lalu dibuang? apakah tulisan itu bener-bener hina? Jawab ini dulu ya...
Yang mungkin bersedia baca ini tulisan pernah lihat Sponge Bob? Ada dalam satu episode nya, ketika Mr Krab jualan sampah yang ada di dekat rumahnya dan diklaim sebagai barang unik, si narator mengatakan kurang lebih seperti ini " Sampah bagi seseorang adalah harta karun bagi orang lain". Nice quote menurutku, dan kenyataannya memang benar. Dan tulisan "nyampah" bisa jadi juga seperti itu. Ya mungkin saja tulisan tadi hanya "buangan" or specially "luapan hati" "curhat" atau apalah. Mungkin saja hina, tapi sehina apapun tulisan bisa jadi emas di mata orang lain. Bisa jadi sesuatu yang dimanfaatkan, bagi dirinya atau sebenarnya bagi si penulis sendiri. Sering kali "nyampah" ini diabaikan begitu saja oleh penulisnya, padahal jika lebih ditelaah lagi, harusnya kita juga melakukan treatment tulisan sampah layaknya kita mengatur sampah "nyarta".
Treatment?maksudnya? ya tulisan "sampah " tadi jangan asal buang, jangan asal tulis, proyeksi kan buat hal-hal yang nantinya menguntungkan (hidup rasionalitas!! haha). Menjawab dulu pertayaan mau dibuang kemana "sampah" ini? Ga ada tempat e. Akibatnya kita buang sembarangan, di sosmed, di forum, di blog dan sesobi sobinya. Nah treatment awal sih buat dulu "tempat sampah (nyampahnya)". Gunanya? jelas biar ga ngotori dan enak dipandang. Jangan kan sampah "nyata", tulisan "nyampah" kalau buang sembarangan juga ngotorin dan ga sedap dipandang. Menurutku sih difokuskan ke salah satu akun aja, entah twitter atau blog. Manfaat selanjutnya, "pemulung" yang nanti nyari "tulisan sampah" mu juga gampang nyarinya. Ingat sampah bisa jadi harta orang lain kan? Jangan kira tulisan kita sesampah apapun ga ada yg baca ada yg butuh. INGAT, SECRET ADMIRER ATAUPUN HATERS MESTHI KEPO TULISAN KITA.. hahaha... Nah ada baiknya untuk membantu mereka menunaikan "hak" mereka, kita buat tempat sampah khusus.. hehe.. :D
Selanjutnya adalah memilah "sampah" tadi. Senyampah-nyampahnya tulisan kalian pasti ada "mutu"nya juga (dan aja yang enggak). Nah itu dipisah-pisah, entah disimpen dalam folder atau buat notes tertentu. Tujuannya? kalau kedepannya jiwa kalian untuk menulis muincul atau pun ingin nostalgia gimana sih jaman-jaman dulu nyampah bisa dilihat. Guna lain juga ketika tau-tau kalian bisa jadi saingan Raditya Dika jadi penulis, "sampah" tadi kan bisa membalik jadi harta karun. :D
Pemilahan juga penting untuk menimbun "sampah organik" dari tulisan kalian. Sampah jenis ini kan bisa jadi kompos, buat jadi pupuk, yang akan membantu pemikiran mu, terutuama dalam hal menulis. Setiap manusia pasti menulis, sederhana apapun itu. Dan dari tulisan ini kita bisa membentuk, mengkonstruksi serta memperkaya dan mengembangkan ide. Makin banyak "sampah organik" artinya banyak referensi-referensi dari pemikiran kita sebelumnya yang merupakan sampah yang akan menjadi nutrisi bagi pemikiran kita di masa depan nanti.
Yup mungkin itu hanyalah sedikit "nyampah" dari daku terhadap "nyampah" yang lain. Dan blog ini pun tujuannya juga buat "nyampah" juga.. :v . Tapi sampahku adalah hartaku, sampahku adalah duniaku. Sampahku sekarang mungkin hina sekarang tapi kedepannya adalah humor, pelajaran dan kritikan yang bisa jadi sebuah tulisan yang dibayar mahal. hahaha. Mengutip kata-kata John Carter, carilah tujuanmu, jatuh cintalah, dan tulislah buku. Jadi mari "nyampah" dan buanglah pada tempatnya !
Semua ini berawal ketika negara Api (hah bosen), berawal dari keprihatinan melihat banyaknya warga Indonesia yang sering ga peduli sama sampah yang dihasilkannya. Mari ngomongin sampah dari bentuk "nyata". Di tahun baru ni ye, mau taon berapa aje kalo ente liat berita pasti ada "tempat perayaan malam pergantian tahun dipenuhi sampah". Di Jakarta aja misalnya, diberitakan sampah naik sampai 100 ton dalam semalam ! Gile ga tuh?! Ya tok bayangke wae kui le ngresiki piye..
Tapi tapi tapi, kalau "sampah" yang bentuk tadi, ada yang bersihin, tau juga sebenarnya harus dibuang dimana, dan si pembuang sampah juga sebenarnya sadar kalau itu sampah. Tapi ada bentuk lain yang sebenarnya pengen tak bahas disini.
Di tahun 2013 kemarin, sering kali dengar, baca, liat istilah "myampah", especially di sosial media macam twitter, facebook dan saingan-saingannya. Yup, "nyampah" di sini ga jauh dari pengertian dari menulis sesuatu yang mungkin urgensinya sedikit, atau sekedar buang waktu atau menuh-menuhin timeline (ada lagi pengertian yg lain?). Kalau dikembaliin ke pengertian "sampah" menurut KBBI versi online (yah pake sitasi deh), sampah adalah barang atau apapun yg dibuang karena tidak terpakai lagi, pengertian lain sampah itu adalah sesuatu yang hina. Haduh?!!
Nah nah nah, kalau namanya sampah kembali ke judul diatas, buanglah pada tempatnya !! Masalahnya, "nyampah" atau "tulisan yang dianggap sampah" ini dibuang mana? Setau saya tempat sampah ya adanya yang organik, non organik dan macem-macemnya itu. Sebelumnya juga perlu dikaji lagi, istilah "nyampah" ini bener ga sih? apa bener yang ditulis itu sesuatu yang tak dipakai lagi lalu dibuang? apakah tulisan itu bener-bener hina? Jawab ini dulu ya...
Yang mungkin bersedia baca ini tulisan pernah lihat Sponge Bob? Ada dalam satu episode nya, ketika Mr Krab jualan sampah yang ada di dekat rumahnya dan diklaim sebagai barang unik, si narator mengatakan kurang lebih seperti ini " Sampah bagi seseorang adalah harta karun bagi orang lain". Nice quote menurutku, dan kenyataannya memang benar. Dan tulisan "nyampah" bisa jadi juga seperti itu. Ya mungkin saja tulisan tadi hanya "buangan" or specially "luapan hati" "curhat" atau apalah. Mungkin saja hina, tapi sehina apapun tulisan bisa jadi emas di mata orang lain. Bisa jadi sesuatu yang dimanfaatkan, bagi dirinya atau sebenarnya bagi si penulis sendiri. Sering kali "nyampah" ini diabaikan begitu saja oleh penulisnya, padahal jika lebih ditelaah lagi, harusnya kita juga melakukan treatment tulisan sampah layaknya kita mengatur sampah "nyarta".
Treatment?maksudnya? ya tulisan "sampah " tadi jangan asal buang, jangan asal tulis, proyeksi kan buat hal-hal yang nantinya menguntungkan (hidup rasionalitas!! haha). Menjawab dulu pertayaan mau dibuang kemana "sampah" ini? Ga ada tempat e. Akibatnya kita buang sembarangan, di sosmed, di forum, di blog dan sesobi sobinya. Nah treatment awal sih buat dulu "tempat sampah (nyampahnya)". Gunanya? jelas biar ga ngotori dan enak dipandang. Jangan kan sampah "nyata", tulisan "nyampah" kalau buang sembarangan juga ngotorin dan ga sedap dipandang. Menurutku sih difokuskan ke salah satu akun aja, entah twitter atau blog. Manfaat selanjutnya, "pemulung" yang nanti nyari "tulisan sampah" mu juga gampang nyarinya. Ingat sampah bisa jadi harta orang lain kan? Jangan kira tulisan kita sesampah apapun ga ada yg baca ada yg butuh. INGAT, SECRET ADMIRER ATAUPUN HATERS MESTHI KEPO TULISAN KITA.. hahaha... Nah ada baiknya untuk membantu mereka menunaikan "hak" mereka, kita buat tempat sampah khusus.. hehe.. :D
Selanjutnya adalah memilah "sampah" tadi. Senyampah-nyampahnya tulisan kalian pasti ada "mutu"nya juga (dan aja yang enggak). Nah itu dipisah-pisah, entah disimpen dalam folder atau buat notes tertentu. Tujuannya? kalau kedepannya jiwa kalian untuk menulis muincul atau pun ingin nostalgia gimana sih jaman-jaman dulu nyampah bisa dilihat. Guna lain juga ketika tau-tau kalian bisa jadi saingan Raditya Dika jadi penulis, "sampah" tadi kan bisa membalik jadi harta karun. :D
Pemilahan juga penting untuk menimbun "sampah organik" dari tulisan kalian. Sampah jenis ini kan bisa jadi kompos, buat jadi pupuk, yang akan membantu pemikiran mu, terutuama dalam hal menulis. Setiap manusia pasti menulis, sederhana apapun itu. Dan dari tulisan ini kita bisa membentuk, mengkonstruksi serta memperkaya dan mengembangkan ide. Makin banyak "sampah organik" artinya banyak referensi-referensi dari pemikiran kita sebelumnya yang merupakan sampah yang akan menjadi nutrisi bagi pemikiran kita di masa depan nanti.
Yup mungkin itu hanyalah sedikit "nyampah" dari daku terhadap "nyampah" yang lain. Dan blog ini pun tujuannya juga buat "nyampah" juga.. :v . Tapi sampahku adalah hartaku, sampahku adalah duniaku. Sampahku sekarang mungkin hina sekarang tapi kedepannya adalah humor, pelajaran dan kritikan yang bisa jadi sebuah tulisan yang dibayar mahal. hahaha. Mengutip kata-kata John Carter, carilah tujuanmu, jatuh cintalah, dan tulislah buku. Jadi mari "nyampah" dan buanglah pada tempatnya !
Senin, 30 Desember 2013
Judul e sih Pembukaan, Preambule, Prakata, Sambutan...
Katanya sehari menuju tahun baru, ya katanya hati saya juga pengennya nambah aktivitas nulis gitu. Hitung-hitung buat latian ****** meskipun tulisan disini tanpa sitasi... Jadi bukan karena negara api menyerang blog ini dibuat, hanya karena keinginan ada tempat untuk menulis atau ngisi apapun yang ga perlu nyari sitasi..!! ( -__-)
Jadi entah nanti ngomongin ngalor ngidul ngulon ngulon meneh, pake jawa, indonesia, inggris atau apapun. Mau isu ekonomi, sosial, politik (ee buset) atau malah share review anime :D . Entah alay, normal atau serius. Entah dibaca atau kagak , bagi yang kurang berkenan melihat blog ini bergoyang, jangan marah, maafkanlah ~~
Jadi entah nanti ngomongin ngalor ngidul ngulon ngulon meneh, pake jawa, indonesia, inggris atau apapun. Mau isu ekonomi, sosial, politik (ee buset) atau malah share review anime :D . Entah alay, normal atau serius. Entah dibaca atau kagak , bagi yang kurang berkenan melihat blog ini bergoyang, jangan marah, maafkanlah ~~
Langganan:
Komentar (Atom)